Plasma Exchange (PE) sebagai Pilihan Pertama Terapi pada Krisis Myasthenia dengan Hemodinamik Stabil

Iman Muhamad Yusup, Sobaryati Sobaryati

Abstract


Krisis myasthenia adalah suatu kelemahan otot karena myasthenia gravis yang berat sehingga memerlukan intubasi dan ventilasi mekanik. Penggunanan ventilator membuat pasien berisiko mengalami komplikasi yang berkaitan dengan penggunaan ventilator. Cepat lepas ventilator adalah salah satu cara untuk mencegah risiko penggunaan ventilator,oleh karena itu pertimbangan pemilihan terapi untuk krisis myasthenia adalah memastikan perbaikan klinis yang cepat sehingga cepat lepas dari ventilator. Plasma exchange bekerja dengan menghilangkan autoantibodi dan faktor-faktor protein komplemen, perbaikan yang cepat memungkinkan karena membuang sebagian fraksi antibodi yang memblok langsung asetilkolin reseptor. Dampak perbaikan klinis dihari pertama pasca plasma exchange yang dilakukan pada hari pertama perawatan ICU, ditandai dengan peningkatan rasio PaO2/FiO2, kemudian dilanjutkan plasma exchange ke-2 dan ektubasi pasca plasma exchange ke-4. Hal ini membuktikan plasma exchange efektif dan bekerja cepat membuang autoantibodi. Pertukaran sejumlah volume plasma darah dengan cairan pengganti pada plasma exchange dapat menimbulkan gejolak kardiovaskular pada pasien dengan hemodinamik tidak stabil, oleh karenanya pemakaian plasma exchange dibatasi pasien pasien denganhemodinamik stabil. IVIg maupun plasma exchange memiliki efek samping yang hampir sama. Plasma exchange dipilih sebagai pilihan pertama terapi karena efektif membantu cepat lepas dari ventilator pada pasien dengan hemodinamikstabil.

Kata kunci: Hemodinamik stabil, krisis myasthenia, plasma exchange

Plasma Exchange (PE) as The First Choice of Therapy in The Crisis Myasthenia Patients with Stable Hemodynamics

The myasthenia crisis is muscle weakness due tosevere myasthenia gravis that requires intubation and mechanical ventilation. The use of ventilators makes the pstient at risk of complications related to ventilator. Quick ventilator release is one way to prevent the risk of using a ventilator, therefore consideration of choosing therapy for myasthenia crisis is to ensure rapid clinical improvement so that patient is quickly released from the ventilator. Plasma exchange or plasmapheresis works by eliminating autoantibodies and complement protein factors,makin grapid improvements because it removes some of th eantibody fraction that directly blocks the acetyl choline receptor.Clinical improvement on the first day after the plasma exchange was marked by anincreasein PaO2/FiO2 ratio. Plasmapheresis was continued and patient was extubated after 4th plasmapheresis. This proves that plasma exchange/plasmapharesis was effective and worked quickly in removing autoantibodies. Exchange of plasma volume with replacement fluid on plasma exchange will cause cardiovascular turmoil in hemodynamically unstable patients, therefore the use of plasma exchange is limited to patients who are hemodynamically stable. IVIg and plasma exchange have the same side effects. Finally, plasma exchange therapy is the first choice of therapy because it effectively helps patients with stablehemodynamics to mean off the ventilator.

Key words: Stable hemodynamics, myasthenia crisis, plasma exchange.


Keywords


hemodinamik stabil, krisis myasthenia, plasma exchange

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Majalah Anestesia dan Critical Care


View My Stats